SHADY JASMIN on February 21st, 2013

DNA Animal Clinic Bogor berlokasi di Jalan Pendawa Raya B I No. 7 Bumi Indraprasta. Klinik ini terletak diantara pertokoan, merupakan suatu ruko yang dimodifikasi menjadi klinik hewan yang lengkap dan nyaman. Terletak di jalan, klinik ini menjadi salah satu klinik unggulan yang sering didatangi pasien bukan hanya dari Bogor namun juga dari Jakarta dan sekitarnya.

eIMG00586-20130203-1554_1359896492856_n

DNA Animal Clinic Bogor yang memiliki motto, yaitu your pets guard merupakan klinik yang didirikan drh. Soenarti D. Waspada. Dokter yang biasa dipanggil drh. Narti ini tidak sendirian, melainkan praktek bersama rekan-rekannya, yaitu drh. Iis Sulistiyani, drh. Mega Saeni, drh. Permanawati, dan drh. Herawati.  Kelancaran kegiatan praktek di klinik tersebut juga didukung Ibu Aneta Widiyawati, Amd sebagai resepsionis dan paramedik.

Klinik ini meeIMG00544-20130129-08j20miliki fasilitas ruang periksa, ruang operasi, ruang rawat inap, ruang baca, fasilitas grooming,  menjual obat, pakan, dan keperluan hewan . Selain itu, DNA Animal Clinic memiliki alat penunjang diagnosia, yaitu USG, dental care, serta Laboratorium untuk pemeriksaan darah, urin, feses, dan kulit. Kebersihan di kilinik ini sangat dijaga, ditambah lagi pada tanggal 5 setiap bulan dilakukan kegiatan bersih-bersih klinik.

Klinik memiliki ruang tunggu yang sekaligus menjadi tempat pertama saat klien masuk. Di ruang tunggu didapati meja resepsionis, kemudian rak yang menjual berbagai pakan hewan, pasir, perlengkapan hewan, serta shampoo untuk perawatan kulit hewan. Obat-obat dan vitamin dapat dibeli di meja resepsionis. Klinik memiliki satu ruangan toilet di ruang tunggu, ruang periksa, ruang operasi, ruangan khusus grooming, dan ruang khusus untuk pemeriksaan mikroskopik dan darah.

Ruang rawat inap berada di lantai 2 dari klinik. Di ruangan ini terdapat 3 kamar untuk anjing besar, rawat inap sehat, dan rawat inap sakit. Meja pemeriksaan dilengkapi dengan keran air yang sangat mudah dijangkau dan efisien dalam pemakaiannya. Ruang rawat inap juga dilengkapi dengan rak-rak obat dan berbagai macam peralatan medis yang menunjang terapi di unit rawat inap.

Klinik juga memiliki perpustakaan di lantai tiga. Perpustakaan ini menyediakan buku-buku yang seputar hewan kecil dan kesayangan. Di lantai tiga ini klinik juga menyediakan ruang diskusi dimana ruangan ini digunakan untuk diskusi dokter hewan setelah mendapat pembekalan course atau seminar.

Klinik melayani pasien dari hari Senin sampai Minggu dengan jadwal yang berbeda-beda. Pada hari kerja, Senin sampai Jumat dan Sabtu, klinik melayani pasien dari pukul 09.00 hingga pukul 21.00. Sedangkan pada hari libur dan hari Minggu, klinik melayani pasien dari 09.00 hingga pukul 16.00. Dokter yang ada di klinik berbeda-beda tiap harinya Demikian juga paramedis yang bertugas. Dokter yang ada di klinik tiap harinya terdiri dari dokter praktik (melayani pasien yang datang tiap harinya) dan dokter rawat inap (melayani pasien rawat inap).

Pelayanan kesehatan yang ditawarkan klinik adalah pemeriksaan kesehatan hewan dan USG, dan pemeriksaan darah. Selain itu, klinik juga menawarkan jasa grooming dan jasa penitipan hewan. Grooming terdiri dari mandi sehat dan mediwash bagi hewan yang sakit kulit. Setiap pelayanan kesehatan maupun grooming dibantu oleh paramedis yang bertugas antara lain Fahmi, Dayat, Imam, Rangga, dan Andre.

Hewan yang datang ke DNA Animal Clinic sebelum diperiksa, kelengkapan datanya harus di isi terlebih dahulu oleh pemilik di resepsionis, barulah pasien diperiksa oleh dokter hewan. Dari pengalaman magang di DNA Animal Clinic, dari pasien yang datang sering ditemukan antara lain adanya Otodectes spp. pada telinga, penyakit kulit yang disebabkan jamur, dan adanya flea/tick.

Pemeriksaan ada tidaknya Otodectes spp. ditelinga dilakukan dengan cara serumen diambil sedikit dengan kapas kemudian dipindahkan ke atas gelas objek dan ditutup dengan coverglass untuk diperiksa dengan mikroskop cahaya di ruang laboratorium. Telinga  biasanya dibersihkan dengan baby oil atau Epi-Otic, sedangkan bila terdapat Otodectes spp. dokter hewan melakukan treatment dengan pemberian antiparasit.

Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur di diagnosa dengan teknik skin tape menggunakan tape/selotip yang ditempelkan kebagian yang dicurigai kemudian dilihat dibawah mikroskop. Cara lain juga dapat dilakukan, yaitu teknik cultur mengambil rambut atau kosokan kulit dengan sikat gigi di daerah yang dicurigai guna mendapatkan spora kemudian diletakan di media agar. Sedangkan, untuk kasus flea/tick dilihat keparahannya, ada tidaknya alergi yang ditimbulkan, dan juga pemberian antiparasit (Gupta 2008).

Kasus lainnya misal adanya tumor pada anjing Golden Retriever bernama Buddy. Tumornya terletak kulit bagian ventral. Pengangkatan tumor tersebut dilakukan dengan operasi yang memakan waktu sekitar 4 jam. Penjahitan yang dikerjakan berpola H, hal ini dimaksudkan untuk estetika dan kerapihan. Pada tahap penjahitan dokter hewan berpesan agar dalam penjahitan harus menghindari dog ears.

Infeksi yang didiagnoseIMG00529-20130128-0920-horza coronavirus pada anjing Dachshund bernama Ashley dengan gejala lemas, tidak mau makan, diare, dan muntah sehingga ia di rawat inap. Coronavirus adalah virus RNA yang beramplop, menjadi parah apabila tidak ditangani dengan cepat atau mematikan apabila menyerang bersamaan dengan parvo virus. Beruntungnya Ashley hanya diserang coronavirus, berkat perawatan yang baik dan tepat keadaannya berangsur membaik dan dapat kembali pulang ke rumah (Poder 2011).

 

Epilepsi adalah kekejangan otot seluruh tubuh ragawi, yang terjadi mula-mula tonus kemudian clonus dan disertai kehilangan kesadaran. Kasus Epilepsi terjadi pada anjing bernama Jason. Jason terpicu epilepsi apabila ada petir, kaget, dan bila diberi perlakuan yang membuatnya stress. Cara yang paling baik untuk menghentikan atau mencegah epilepsinya tidak kambuh adalah menghindarkan Jason dari hal-hal yang memicunya epilepsi.

 

Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) atau Feline Urologic Syndrome (FUS) adalah penyakit pada sistem urinari kucing, biasanya lebih banyak pada jantan. Kucing jantan memiliki saluran kencing yang menyempit sehingga lebih rentan terserang penyakut FLUTD/FUS. Penyakit ini biasa terjadi karena adanya kristal di vesica urinaria (vu), radang vu, infeksi bakteri, urolithiasis, dan uremia. Penyakit ini tidak menyerang berdasarkan umur, sebab ada anak kucing jantan sudah mengalami FLUTD/FUS sehingga perlu kateter untuk membantu pengeluaran urinnya (Widodo et all 2011 ).

ePhoto1445

Kucing putih bernama Baby memiliki rambut yang hampir botak pada sebagian tubuhnya karena infeksi jamur dan ada luka terbuka pada salah satu sisi pahanya. Baby dirawat dan diberi perlakuan obat per oral dan juga salep untuk luka terbukanya, yaitu salep bioplacenton. Berangsur-angsur luka terbuka Baby mulai mengecil dan nafsu makannya meningkat.

eIMG00545-20130129-1220-horz

Deteksi kebuntingan dengan USG dianggap aman bagi induk dan fetus. USG (ultrasonografi) adalah alat yang memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi antara 2-13 MHz untuk mendeteksi jaringan lunak. Gambar dihasilkan dari interaksi gelombang suara yang berfrekuensi tinggi dengan organ. Alat USG ini digunakan pada kucing bunting bernama Meychan. USG dapat mendeteksi kehamilan normal dan yang tidak normal. Berdasarkan hasil USG diperkirakan anak akan lahir satu hari dari tanggal pelaksanaan USG dan ternyata tepat. Pada dini hari Meychan sudah melahirkan 5 anak kucing secara persalinan normal (Yigiter 2011).

 

eIMG00589-20130203-1555_1359895247690_n_1359897180259_o                  eIMG00579-20130202-1712

 

 

Daftar Pustaka

Gupta AK, Cooper EA. 2008. Update in antifungal therapy of dermatophytosis. Mycopathologia. 166 (5-6): 353–67.

Poder S L. 2011. Feline and Canine Coronaviruses: Common Genetic and Pathobiological Features. Advances in Virology. Vol 2011, Article ID 609465, 11.

Widodo S, Sajuthi D, Choliq C, Wijaya A, Wulansari R, Lelana R P A. 2011. Diagnostik Klinik Hewan Kecil. Bogor: IPB Press.

Yigiter A B. 2011. Early Normal and Abnormal Pregnancy. Donald School Journal of Ultrasound in Obstetrics and Gynecology. 5(4):385-404.

SHADY JASMIN on January 23rd, 2013

Tema kegiatan ini adalah “Improving Animal Health by Educating Community to Animal Welfare”.

Petting zoo

Pet Care day 2012 berlangsung di Lapangan Pascasarjana IPB Barangsiang pada Minggu, 18 November 2012  dari mulai pukul 10.00 sampai dengan 16.30. Pembukaan acara ini dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Dr. drh. Srihadi Agungpriyono, Ph.D, PAVet. Dalam Pet Care Day 2012 kegiatan perlombaan Dog Show diikuti oleh 12 peserta, Cat Show 48 peserta, Hamster Race 12 peserta, Lomba Fotografi 33 peserta, dan Lomba Mewarnai 31 peserta. Termasuk stand- stand pengisi acara telah menempatkan stand yang ditentukan oleh panitia. Peningkatan pengunjung juga terjadi dibanding tahun sebelumnya, yaitu dihadiri lebih dari 1500 pengunjung, diantaranya hadir pula Bapak Robert selaku perwakilan dari Walikota Bogor dan tamu undangan dari tiap departemen di Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

Hamster Race

peserta dog fashion show

Acara Pet Care Day berlangsung secara pararel dengan acara yang menarik di setiap standnya. Lomba mewarnai yang diikuti oleh siswa TK dan SD diantaranya siswa dari TK Bina Bangsa, TK Ar-Rasyi, dan SDN P. Bantarjati 9 Bogor. Kegiatan ini dinilai baik karena selain menambah pengalaman siswa TK dan SD juga mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan hewan dan mendapat edukasi dari narasumber yang dapat dipercaya. Suasana di stand Dog Show, Cat Show, dan Edukasi yang diramaikan oleh para peserta berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini keadaannya tidak panas melainkan dingin karena ada penambahan jumlah Air Conditioner (AC) dan cuaca yang hujan. Hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 sehingga acara Dog Fashion Show yang seharusnya berlangsung dipangggung harus dikondisikan berlangsung di tenda Dog Show. Sementara, Hamster Race berlangsung di tenda Cat Show setelah pengumuman dan penyerahan hadiah lomba Cat Show.

Pet Grooming Show Case dan Talk Show yang seharusnya berlangsung diatas jam 13.00 dengan sangat terpaksa harus dibatalkan karena turun hujan yang tidak mendukung keberlangsungan konten acara tersebut. Master of Ceremony (MC) dinilai cukup cekatan saat pengumuman dan penyerahan hadiah berlangsung di setiap stand, yang mengharuskan mereka berpindah-pindah stand. Acara Pet Care Day 2012 berakhir dengan pengumuman dan penyerahan hadiah yang berlangsung di setiap stand acara masing-masing.